Inspirasi Pembelajaran dan Penilaian

Inspirasi Pembelajaran dan Penilaian

Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada silabus. Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan pendekatan penilaian otentik yang memungkinkan para pendidik menerapkan program remedial bagi peserta didik yang tergolong peserta didik lambat dan program pengayaan bagi peserta didik yang termasuk kategori peserta didik cepat.

Pada proses pembelajaran langsung, pendekatan saintifik disesuaikan dengan materi yang ada pada mata pelajaran matematika dimana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati kejadian, peristiwa, situasi, pola, fenomena yang terkait dengan matematika; menanya atau mempertanyakan mengapa atau bagaimana fenomena bisa terjadi; mengumpulkan atau menggali informasi melalui mencoba, percobaan, mengkaji, mendiskusikan untuk mendalami konsep yang terkait dengan fenomena tersebut; serta melakukan asosiasi atau menganalisis secara kritis dalam menjelaskan keterkaitan antar konsep dan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur/algoritma yang sesuai, menyusun penalaran dan generalisasi, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis.

Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang disebut instructional effect. Pembelajaran tidak langsung terjadi bersamaan dengan dilakukannya proses pembelajaran langsung, tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran tertentu, pengembangan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat. Dalam pembelajaran matematika terdapat beberapa hal yang perlu ditekankan.
1. Aktivitas belajar di bawah bimbingan guru maupun mandiri dengan menggunakan konsep dan prosedur secara benar dan sistematis.
2. Melatih kemampuan berpikir untuk membuat generalisasi dari fakta, data, fenomena yang ada.
3. Melatih keterampilan melakukan manipulasi matematika untuk menyelesaikan masalah.
4. Pembelajaran berbasis pemecahan masalah.

Pada kali ini, saya share terkait file-file sebagai inspirasi dalam pembelajaran dan penilaian.

Silahkan download file berikut ini:

Inspirasi B.Indonesia SMP_Versi 150216

Inspirasi PPKn SMP_Versi 150216

Inspirasi Mapel IPS SMP_Versi 150216

Inspirasi Matematika SMP_Versi 150216

Inspirasi PA Buddha dan BP SMP_Versi 150216

Inspirasi PA Hindu dan BP SMP_Versi 150216

Inspirasi PA Islam dan BP SMP_Versi 150216

Inspirasi PA Khonghucu dan BP SMP_Versi 150216

Inspirasi PA Kristen dan BP SMP_Versi 150216

Inspirasi Prakarya SMP_Versi 150216

Inspirasi Seni Budaya SMP_Versi 150216

 

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Keberhasilan sebuah program diawali dengan perencanaan yang matang dan memiliki suatu panduan atau acuan yang menjadi pegangan dalam menyelenggarakan suatu kegiatan. Bidang kesiswaan merupakan salah satu unsur sekolah yang posisinya memegang peranan sangat signifikan dan strategis dalam meningkatkan penguatan dan pengembangan potensi diri siswa di sekolah. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi Siswa Baru merupakan pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru perlu dilakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan.

Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah Pengenalan lingkungan sekolah adalah kegiatan pertama masuk Sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur Sekolah.

Bridging Course adalah masa pembelajaran awal dengan materi esensial yang sangat dibutuhkan untuk menjembatani pola pembelajaran di SD dan SMP. Buku Panduan ini sebagai bentuk untuk menggambarkan rancangan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Bridging Course yang akan selenggarakan di SMP Negeri 4 Lembang.

Berikut ini saya share program MPLS di SMP Negeri 4 Lembang.

File yang bisa download berikut ini:

Buku Panduan MPLS

FinalDenah MPLS F4

Jadwal MPLS & Biridging Course_Final

Rincian Tempat Alat bahan dan SDM MPLS

 

 

Penilaian Oleh Pendidik

Pembelajaran dan penilaian hasil belajar merupakan komponen esensial dalam implementasi Kurikulum 2013. Keberhasilan pembelajaran dapat diketahui melalui penilaian. Hasil penilaian juga digunakan untuk menyempurnakan pembelajaran. Keterpaduan dan keefektivan pembelajaran dan penilaian sangat besar pengaruhnya dalam keberhasilan implementasi Kurikulum 2013. Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 tahun 2014 menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam bidang penilaian masih relatif rendah. Berdasarkan kondisi ini, salah satu solusi yang dipandang efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam hal penilaian hasil belajar adalah dengan memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Berbagai pengetahuan dan kompetensi, seperti pembelajaran aktif, pemahaman tentang metode dan kaidah pengembangan instrumen penilaian yang baik dan benar, prosedur mengembangkan soal-soal yang terstandar, prosedur mengembangkan soal-soal HOTs, memanfaatkan umpan balik hasil Penilaian sebagai upaya Pembelajaran (assessment as learning) dan Penilaian untuk Pembelajaran (assessment for learning), serta para pendidik mampu membuat bank soal yang terstandar, sesuai dengan kisi-kisi dan kompetensi yang ingin dicapai.

Untuk lebih dalam mempelajari tentang penilaian, berikut ini saya lampirkan file panduan penilaian:

PANDUAN PENILAIAN – CETAKAN KETIGA.pdf

penilaian

Administrasi Penilaian

Jil Nilai

Bagi bapak ibu guru yang membutuhkan administrasi penilaian untuk meniilai siswa khususnya yang masih menggunakan kurikulum 2006. Saya berikan contoh file yang dikembangkan di SMP Negeri 4 Lembang.

File bisa diunduh di bawah ini:

1. Pengantar Penilaian

2. Agenda Guru 2016-2017

3. Absensi 2016-2017

4. Nilai Sikap (Catatan Jurnal)

5. Nilai Pengetahuan 16-17

6. Nilai Keterampilan16-17

7. Pengolahan NilaiAkhir 16-17

Demikian administrasi penilaian…semoga bermanfaat!!!!

Perangkat Pembelajaran

Cover Admin YUdi

Perangkat pembelajaran atau administrasi guru merupakan salah satu atau bagian dari perencanaan seorang guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kali ini penulis akan mencoba memberikan model-model atau contoh yang berupa file mengenai silabus, RPP, dan perangkat lainnya yang diperlukan dalam KBM di kelas.

Untuk itu penulis mencoba memberikan file-file yang bisa diunduh di bawah ini:

1. Program Tahunan Mat_9_1617

2. Program Semester Mat_9_1617

4. Pengembangan Silabus Mat_9_1617

5. KKM 1617

RPP 1.1. 2 PRT

RPP 1.2. 2 PRT

RPP 1.3. 3 PRT

RPP 2.1. 1 PRT

RPP 2.2. 3 PRT A

RPP 2.2. 3 PRT B

RPP 2.3. 2 PRT

RPP 3.1. 1 PRT

RPP 3.1. 4 PRT

RPP 3.1. 4 PRT – Tuk LS

RPP 3.2. 3 PRT

RPP 4.1. 2 PRT

Demikian file-file yang dapat diunduh, semoga bermanfaat…

PROGRAM GURU PEMBELAJAR

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutan pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2015 mengajak seluruh guru untuk menjadi Guru Pembelajar, guru yang selalu hadir sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya, guru yang hadir mengirimkan pesan harapan, guru yang makin menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme, dan keceriaan. Guru merupakan seorang pembelajar yang secara terus menerus belajar untuk meningkatkan kualitas dirinya.  Guru pembelajar adalah guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan (upgrade) diri di setiap saat dan di manapun. Guru terus belajar dan mengembangkan diri bukan untuk pemerintah atau kepala sekolah, tapi memang sejatinya setiap pendidik atau guru adalah pembelajar. Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya. Guru pembelajar adalah guru yang senantiasa terus belajar selama dia mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Oleh karena itu, ketika seorang guru memutuskan untuk berhenti atau tidak mau belajar maka pada saat itu dia berhenti menjadi guru atau pendidik.  Guru merupakan role model atau contoh bagi para peserta didik sehingga tampilan awal guru sangat berpengaruh terhadap kelanjutan pembelajaran para peserta didik. Guru dapat menyajikan proses pembelajaran yang menarik, memberi motivasi, dan menginspirasi dari pengetahuan dan pengalaman guru yang senantiasa diperbaharui dengan berbagai masukan positif yang didapat dari berbagai sumber belajar. Pengetahuan dan pengalaman dapat diperoleh dari buku-buku, televisi, dunia maya/internet, kegiatan seminar pendidikan, serta pendidikan dan  pelatihan. Dalam proses belajarnya, guru menghasilkan karya dan inovasi yang mencerahkan untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran di kelas sehingga menumbuhkan semua potensi peserta didik dan mereka bukan sekadar bisa meraih, tetapi bisa melampaui cita-citanya. Guru bukan hanya seorang pengajar tetapi lebih dari itu guru merupakan pendidik. Sebagai pendidik guru harus memiliki berbagai kemampuan sebagai kompetensi yang harus dimiliki sebagai pendidik yang profesional.  Ada beberapa alasan mengapa seorang guru harus terus belajar selama dia berprofesi sebagai pendidik, sebagai berikut. 1. Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalitas memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.  2. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni menuntut guru untuk harus belajar beradaptasi dengan hal-hal baru yang berlaku saat ini. Dalam kondisi ini, seorang guru dituntut untuk bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan yang baru. Adapun kemampuan tersebut bisa diperoleh melalui pelatihan, seminar maupun melalui studi kepustakaan. 3. Karakter peserta didik yang senantiasa berbeda dari generasi ke generasi menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru. Metode pembelajaran yang digunakan pada peserta didik generasi terdahulu akan sulit diterapkan pada peserta didik generasi sekarang. Oleh karena itu, cara ataupun metode pembelajaran yang digunakan guru harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik saat ini. Berdasarkan alasan tersebut di atas, guru pembelajar harus terus belajar, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan dapat menginspirasi peserta didik menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggungjawab, kreatif, dan inovatif.  B. Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar merupakan proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Peningkatan kemampuan tersebut mencakup kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk perbaikan dan pertumbuhan kemampuan (abilities), sikap (attitude), dan keterampilan (skill). Dari kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan suatu perubahan perilaku guru yang secara nyata perubahan perilaku tersebut berdampak pada peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar di kelas.  Guru sebagai pembelajar menjadikan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar sebagai salah satu cara untuk memenuhi standar kompetensi guru sesuai dengan tuntutan profesi dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar menjadi bagian penting yang harus selalu dilakukan secara terus menerus atau berkelanjutan untuk menjaga profesionalitas guru. Oleh karena itu, Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar harus dirancang untuk memberikan pengalaman baru dalam membantu meningkatkan kompetensi sesuai bidang tugasnya agar guru memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan meningkatkan sikap perilaku yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai tanggung jawabnya. Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dirancang berdasarkan Standar Kompetensi Guru (SKG) yang mengacu pada Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Permendiknas Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus, dan Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Berdasarkan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dalam SKG dikembangkan peta kompetensi guru yang dibagi menjadi 10 kelompok kompetensi. Selanjutnya, dari 10 kelompok kompetensi dikembangkan kisi-kisi soal UKG, dan untuk masing-masing kelompok kompetensi dikembangkan juga modul peningkatan kompetensi guru pembelajar. Hasil UKG menjadi acuan dalam penilaian diri (self assessment) bagi guru tentang kompetensinya sehingga dapat menetapkan modul peningkatan kompetensi guru pembelajar yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensinya, dan menjadi acuan bagi penyelenggara Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar untuk melakukan analisis kebutuhan.

"Pendidikan Sebagai Cahaya Untuk Mengarungi Kehidupan"